Kerja Sama Meranti-Kepri Buka Jalan Baru bagi Petani Perbatasan


Sabtu, 9-5-2026


Kerja Sama Meranti-Kepri Buka Jalan Baru bagi Petani Perbatasan

TANJUNGPINANG--Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi memperkuat langkah kolaborasi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama strategis di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Jumat (8/5/2026).


Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam upaya mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengoptimalkan potensi ekonomi kawasan perbatasan yang selama ini dinilai memiliki nilai strategis tinggi.


Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar bersama jajaran Pemkab Meranti, serta Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad, disaksikan langsung oleh para pejabat dari kedua pemerintah daerah.


Kolaborasi ini mencakup sejumlah sektor kunci, mulai dari perhubungan, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), hingga kesehatan. Tidak hanya itu, kerja sama juga menyentuh aspek hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti sagu, kelapa, dan kopi.


Dalam sambutannya, Bupati Asmar menegaskan bahwa sinergi ini menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan pembangunan dan memperkuat daya saing daerah.


“Kerja sama ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi Meranti dan Kepri, baik dari sisi sumber daya alam, manusia, maupun teknologi, sehingga memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.


Ia juga menyoroti besarnya potensi sektor perkebunan di Kepulauan Meranti, khususnya sagu dan kelapa, yang dinilai dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah jika dikelola melalui kerja sama yang lebih luas dan terintegrasi.


Sementara itu, Gubernur Kepri H Ansar Ahmad menegaskan bahwa hubungan geografis dan ekonomi antara Kepri dan Meranti di kawasan strategis Selat Malaka menjadi modal besar dalam membangun kerja sama jangka panjang.


Menurutnya, Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, dengan puluhan ribu kapal melintas setiap tahun, menyimpan peluang ekonomi yang sangat besar jika dimanfaatkan secara optimal.


“Ini bukan hanya soal kerja sama antar daerah, tetapi bagaimana kita menangkap peluang ekonomi kawasan yang sangat besar ini secara bersama-sama,” tegasnya.


Ansar juga menyoroti potensi besar komoditas kelapa dari Meranti yang dapat mendukung kebutuhan industri hilir di Kepri. Saat ini, kebutuhan industri mencapai sekitar 200 ribu butir kelapa per hari, sementara pasokan baru terpenuhi setengahnya.


Kondisi ini membuka peluang besar bagi petani kelapa Meranti untuk masuk ke rantai pasok industri, dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan penjualan bahan mentah.


Selain sektor ekonomi, kedua pemerintah daerah juga mendorong peningkatan konektivitas, termasuk rencana pengembangan jalur RoRo Meranti-Kepri yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas barang dan masyarakat.


Kerja sama ini turut diperkuat dengan capaian ekonomi Provinsi Kepri yang tercatat tumbuh positif, mencapai 7,48 persen pada 2025, serta didukung Indeks Pembangunan Manusia yang terus meningkat.


Dengan kesepakatan ini, Meranti dan Kepri menegaskan komitmen untuk melangkah bersama, membangun kawasan yang lebih terhubung, produktif, dan berdaya saing tinggi di wilayah perbatasan barat Indonesia. [rr/mgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT