Portal Berita Online

MERANTI - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, mendampingi delegasi Grisek Jaya Sdn. Bhd dari Malaysia meninjau potensi perkebunan dan perdagangan kelapa di Kecamatan Rangsang, Sabtu (20/6/2026).
Kunjungan diawali di gudang kelapa Desa Dwi Tunggal, tempat rombongan melihat langsung aktivitas pemuatan kelapa ke kapal kargo yang akan dikirim menuju Guntung dan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.
Muzamil menjelaskan, Kecamatan Rangsang merupakan salah satu sentra produksi kelapa terbesar di Kepulauan Meranti. Saat ini terdapat lima gudang kelapa yang mampu menghasilkan sekitar 2.000 ton kelapa setiap bulan, dengan kapasitas masing-masing gudang berkisar antara 400 hingga 500 ton.
“Alhamdulillah, Rangsang menjadi kecamatan penghasil kelapa terbesar di Kepulauan Meranti. Potensi ini perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Muzamil.
Selanjutnya, rombongan meninjau perkebunan kelapa di Desa Wonosari dan berdialog langsung dengan para petani. Salah seorang petani, Siti Fatimah, menyampaikan bahwa kebun kelapa seluas 1,5 hektare miliknya mampu menghasilkan sekitar 1.500 butir kelapa setiap dua bulan sekali.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke rumah produksi gula kelapa milik Slamet di Desa Citra Damai. Usaha tersebut pernah menghasilkan 3 hingga 4 ton gula kelapa per bulan dan dipasarkan hingga ke Malaysia.
Muzamil menegaskan bahwa sektor perkebunan kelapa yang dikelola masyarakat merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ekspor, khususnya ke Malaysia.
“Mudah-mudahan kunjungan ini dapat memberikan gambaran mengenai potensi kelapa di Kepulauan Meranti. Kami berharap kerja sama yang terjalin nantinya mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap harga kelapa terus membaik sehingga dapat mendorong masyarakat untuk semakin mengembangkan sektor perkebunan kelapa.
Sementara itu, perwakilan Grisek Jaya Sdn. Bhd, Kamarudin, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung potensi komoditas kelapa di Kecamatan Rangsang sekaligus menjajaki peluang kerja sama perdagangan yang lebih luas.
“Kami datang untuk meneroka peluang dan membuka jalur perdagangan yang legal serta sah bagi aktivitas perniagaan yang selama ini telah berjalan melalui Jeti Batu Pahat, yakni Pelabuhan Minyak Beku dan Pelabuhan Grisek Jaya,” ujarnya.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan perdagangan antara Kepulauan Meranti dan Malaysia, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi komoditas unggulan daerah, khususnya kelapa dan produk turunannya.[rr/mgi]
Umum