Portal Berita Online

INHIL--Kepanikan melanda warga Kuala Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), setelah tanah longsor susulan kembali terjadi pada Kamis (18/6/2026) siang. Pergerakan tanah yang disertai suara gemuruh menyebabkan sejumlah rumah panggung dan tempat usaha warga ambruk ke sungai.
Bambang, salah seorang warga Kuala Enok, mengaku mendengar suara kayu patah dan gemuruh keras sebelum longsor terjadi. Ia bersama warga lainnya langsung berupaya menyelamatkan diri dan meminta penghuni rumah segera keluar.
"Kejadiannya sekitar pukul 12.30 WIB. Tiba-tiba terdengar suara kayu patah dan gemuruh kuat. Kami langsung berteriak meminta semua orang keluar rumah," ujar Bambang, Kamis (18/6/2026).
Warga yang merasakan kondisi tidak biasa tersebut langsung berhamburan keluar. Beruntung, rumah-rumah yang mengalami kerusakan sudah dalam kondisi kosong sebelum ambruk ke sungai sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Setelah kejadian, warga sekitar langsung berdatangan untuk membantu para pemilik rumah dan tempat usaha yang terdampak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir, R Arliansyah, mengatakan longsor susulan terjadi di Jalan Merdeka RT 001/RW 001, Kuala Enok, sekitar pukul 12.25 WIB.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, sebanyak enam rumah milik warga dan dua lapak tempat usaha mengalami kerusakan. Terdapat empat kepala keluarga yang terdampak," kata Arliansyah.
Ia menyebutkan, total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Adapun rumah dan tempat usaha warga yang terdampak yakni:
1. Riko Hardinata, mengalami rusak berat (1 KK).
2. Sutiyem, mengalami rusak berat (1 KK).
3. Mujiburrahman, mengalami rusak berat (2 KK).
4. Sunardi, mengalami rusak berat (1 KK).
5. Suwandi, lapak jualan mengalami rusak berat (1 KK).
6. Khairiah, lapak jualan mengalami rusak berat (1 KK).
Sebelumnya, longsor juga terjadi di kawasan yang sama pada Selasa (16/6/2026). Dalam kejadian tersebut, belasan rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga berat, dengan empat rumah di antaranya ambruk ke sungai.[rr/mcr]