.

Masjid Abid Sulthan Diresmikan, Jadi Pusat Ibadah dan Pendidikan Masyarakat


Kamis, 23-4-2026


Masjid Abid Sulthan Diresmikan, Jadi Pusat Ibadah dan Pendidikan Masyarakat
Pemko Pekanbaru meresmikan Masjid Abid Sulthan yang dibangun melalui dukungan donatur dari Uni Emirat Arab. [Foto: Pekanbaru.go.id]

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meresmikan Masjid Abid Sulthan yang dibangun melalui dukungan donatur dari Uni Emirat Arab. Peresmian ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan pendidikan dan sosial masyarakat.


Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho usai peresmian Masjid Abid Sulthan di Jalan Perjuangan, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Rabu (22/6/2026), menyampaikan apresiasi atas kontribusi pihak donatur serta lembaga yang memfasilitasi pembangunan masjid ini. Keberadaan Masjid Abid Sulthan diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar.


“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Masjid ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah, tetapi juga untuk pendidikan dan aktivitas masyarakat,” katanya.


Agung berharap, kehadiran masjid tersebut dapat mendorong kemakmuran lingkungan, baik dari sisi keagamaan maupun sosial. Selain itu, Pemko juga berkomitmen menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait infrastruktur di sekitar lokasi.


“Kami akan merealisasikan perbaikan jalan menuju akses utama, termasuk ruas jalan di sekitarnya agar aktivitas masyarakat semakin lancar,” ucapnya.


Sementara itu, perwakilan Yayasan Human Initiative Sutarman menjelaskan, pembangunan masjid ini merupakan hasil kerja sama dengan lembaga donatur dari Uni Emirat Arab, yakni Sarjah Charity. Masjid dibangun dengan luas 12x12 meter atau sekitar 144 meter persegi. Fasilitas yang disediakan meliputi tempat wudhu terpisah untuk laki-laki dan perempuan, karpet penuh, serta sistem pengeras suara.


“Pembangunan ini merupakan bagian dari amanah donatur yang disalurkan melalui Human Initiative untuk mendukung sarana ibadah di Indonesia,” katanya


Di sisi lain, perwakilan Yayasan Al Qudwah Liddirasatil Islamiyah Zakrullah Abdurrahman mengungkapkan, pengajuan bantuan pembangunan masjid dilakukan sekitar enam bulan lalu. Proses pembangunan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.


Bantuan yang diberikan tidak dalam bentuk uang tunai. Melainkan, bantuan ini langsung dalam bentuk pembangunan fisik dengan nilai yang diperkirakan mencapai hampir setengah miliar rupiah.


“Masjid ini dapat menampung sekitar 200 hingga 300 jemaah. Kami berharap keberadaannya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” tuturnya. [rr/pgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT